Cara Menghitung Food Cost agar Bisnis Kuliner Anda Tetap Profit

Dalam bisnis kuliner, rasa memang menjadi daya tarik utama, tetapi keuntunganlah yang menjaga bisnis tetap hidup. Banyak usaha makanan terlihat ramai, namun di balik itu margin terus menipis karena satu hal krusial yang kurang diperhatikan: food cost.

Artikel ini ditujukan untuk pembaca blog kuliner dan marketing, membahas cara menghitung food cost secara praktis, pentingnya manajemen keuangan dapur, serta bagaimana harga grosir dari supplier seperti CV Marodan Pangan Sentosa dapat membantu menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas.

Apa Itu Food Cost dan Mengapa Sangat Penting?

Food cost adalah total biaya bahan baku makanan yang digunakan untuk menghasilkan satu menu atau satu porsi makanan. Biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap harga jual.

Rumus dasarnya:

Food Cost (%) = (Total Biaya Bahan Baku / Harga Jual) x 100

Idealnya, food cost berada di kisaran 30–40%, tergantung konsep usaha. Jika lebih dari itu, margin keuntungan akan semakin tipis dan menyulitkan bisnis untuk berkembang.

Dari sudut pandang marketing, food cost yang sehat memberi ruang untuk:

  • Promo dan diskon
  • Kolaborasi
  • Investasi branding dan konten

Langkah Praktis Menghitung Food Cost

1. Catat Biaya Bahan Baku Secara Detail

Kesalahan paling umum pelaku kuliner adalah mencatat bahan baku secara kasar. Padahal, setiap gram memiliki nilai.

Contoh:

  • Ayam 1 kg = Rp40.000
  • Digunakan 200 gram per porsi

Maka biaya ayam per porsi = Rp8.000

Lakukan hal yang sama untuk bumbu, minyak, saus, dan garnish.

2. Hitung Biaya Bumbu dan Bahan Pendukung

Banyak bisnis kuliner tidak memasukkan biaya bumbu secara akurat karena dianggap kecil. Padahal jika diakumulasikan, nilainya signifikan.

Di sinilah penggunaan bumbu dasar dari supplier menjadi solusi karena:

  • Harga per porsi lebih jelas
  • Takaran konsisten
  • Lebih mudah dihitung

3. Tentukan Harga Jual yang Realistis

Harga jual tidak hanya mengikuti pasar, tetapi harus berbasis data biaya. Dengan mengetahui food cost per porsi, Anda bisa menentukan harga jual yang tetap kompetitif sekaligus menguntungkan.

Kesalahan Umum yang Membuat Food Cost Membengkak

Beberapa kesalahan yang sering terjadi di dapur:

  • Pembelian bahan eceran dengan harga fluktuatif
  • Banyak bahan terbuang karena salah perencanaan
  • Rasa tidak konsisten sehingga takaran berubah-ubah
  • Terlalu bergantung pada tenaga dapur tertentu

Semua ini berdampak langsung pada biaya produksi.

Peran Supplier dalam Menekan Food Cost

Supplier bukan sekadar penyedia bahan, tetapi bagian dari strategi efisiensi bisnis.

Menggunakan harga grosir dari supplier membantu:

  • Menekan biaya per unit
  • Menjaga kestabilan harga
  • Mempermudah perhitungan HPP

Inilah mengapa pelaku bisnis kuliner yang ingin scale up mulai beralih ke supplier profesional.

Peran CV Marodan Pangan Sentosa sebagai Supplier Makanan

CV Marodan Pangan Sentosa hadir sebagai supplier makanan yang memahami kebutuhan bisnis kuliner dari sisi dapur hingga keuangan.

Perannya antara lain:

  • Menyediakan bahan baku dan bumbu dasar dengan harga grosir
  • Menjaga kualitas dan standar rasa
  • Membantu konsistensi produksi
  • Mendukung efisiensi food cost jangka panjang

Dengan pasokan yang stabil dan harga terkontrol, pelaku usaha dapat lebih fokus pada pengembangan menu dan strategi pemasaran.

Sudut Pandang Marketing: Food Cost Sehat = Brand Lebih Kuat

Brand kuliner yang kuat bukan hanya yang viral, tetapi yang berkelanjutan. Food cost yang terkendali memungkinkan brand:

  • Bertahan di tengah persaingan
  • Konsisten dalam kualitas
  • Fleksibel dalam strategi promosi

Bagi tim marketing, data food cost membantu membuat keputusan kampanye yang lebih aman dan terukur.

Menghitung food cost bukan tugas rumit, tetapi membutuhkan disiplin dan sistem. Dengan manajemen dapur yang rapi, pencatatan biaya yang detail, dan kerja sama dengan supplier terpercaya, bisnis kuliner dapat tetap profit sekaligus berkembang.

Bekerja sama dengan supplier seperti CV Marodan Pangan Sentosa adalah langkah strategis untuk menekan food cost melalui harga grosir tanpa mengorbankan kualitas.

Karena pada akhirnya, bisnis kuliner yang sukses adalah bisnis yang lezat di lidah dan sehat secara finansial.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *