Di era digital ini, TikTok telah menjadi melting pot bagi berbagai tren, tak terkecuali di dunia kuliner. Dari resep rumahan yang unik, hack dapur yang cerdik, hingga kreasi makanan yang eye-catching, semua bisa dengan cepat menjadi viral dan menciptakan gelombang hype di kalangan jutaan pengguna. Fenomena makanan viral ini tak pelak menarik perhatian banyak pelaku bisnis kuliner, dari UMKM hingga brand besar. Pertanyaannya, apakah viral otomatis berarti cuan (keuntungan)? Dan bagaimana bisnis kuliner, termasuk yang didukung oleh supplier seperti CV Marodan Pangan Sentosa, bisa menavigasi lautan tren ini?
Fenomena Makanan Viral di Media Sosial
Kecepatan penyebaran informasi di TikTok adalah pedang bermata dua. Sebuah video singkat berdurasi 30-60 detik bisa membuat sebuah hidangan, bahan makanan, atau teknik memasak menjadi sensasi dalam semalam. Algoritma TikTok yang sangat personalisasi juga berperan besar dalam mendorong konten relevan ke audiens yang tepat, menciptakan efek domino yang luar biasa.
Contoh tren makanan viral sangat beragam:
- Dalgona Coffee: Kopi kocok ala Korea yang mendunia saat pandemi.
- Croffle: Gabungan croissant dan waffle yang digoreng, sempat menjadi primadona di berbagai kafe.
- Nasi Mentai: Hidangan nasi panggang dengan saus mentai yang gurih dan creamy.
- Spaghetti Brulee: Pasta panggang dengan lapisan saus keju tebal yang dibakar permukaannya.
Ketika sebuah makanan menjadi viral, permintaan bisa melonjak drastis, seringkali melebihi ekspektasi atau kapasitas produksi bisnis kuliner. Ini adalah momen emas yang bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan besar.
Dampak Positif Viralitas bagi Bisnis Kuliner
Tentu saja, menjadi viral membawa sejumlah keuntungan potensial:
- Peningkatan Penjualan Drastis: Ini adalah holy grail dari viralitas. Ketika video produk Anda ditonton jutaan kali, potensi penjualan instan melonjak signifikan. Antrean panjang, pesanan online membanjiri, dan omzet meroket bisa jadi kenyataan.
- Pemasaran Gratis dan Cepat: Viralitas di TikTok adalah bentuk marketing paling efektif dan efisien. Anda mendapatkan eksposur masif tanpa mengeluarkan biaya iklan yang besar. Konten buatan pengguna (user-generated content) dari influencer atau audiens biasa bisa jadi promosi yang sangat otentik.
- Peningkatan Brand Awareness: Bahkan jika tidak semua viewer menjadi pembeli, nama brand Anda akan dikenal luas. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesadaran merek yang bisa bertahan melebihi tren itu sendiri.
- Uji Pasar Cepat: Tren viral bisa menjadi indikator cepat minat pasar terhadap konsep atau hidangan tertentu. Ini memungkinkan bisnis untuk bereksperimen dengan menu baru dan melihat respons real-time dari konsumen.
Sisi Lain Viralitas: Potensi Backlash Jika Gagal Deliver
Namun, viralitas juga datang dengan risiko yang tidak kecil. Lonjakan permintaan yang tiba-tiba seringkali menjadi ujian sesungguhnya bagi kapasitas dan integritas bisnis kuliner. Jika gagal memenuhi ekspektasi, potensi backlash (reaksi negatif) bisa jauh lebih merusak daripada manfaat viralitas itu sendiri.
- Penurunan Kualitas Produk: Untuk mengejar volume, beberapa bisnis mungkin mengorbankan kualitas bahan baku atau standar persiapan. Ini bisa fatal. Konsumen yang mencoba karena viral tapi kecewa dengan rasa atau presentasi akan menyebarkan ulasan negatif yang juga bisa viral.
- Antrean Panjang dan Waktu Tunggu: Ketidakmampuan melayani lonjakan permintaan menyebabkan antrean panjang di lokasi atau waktu tunggu yang sangat lama untuk pesanan online. Ini menciptakan pengalaman pelanggan yang buruk.
- Kehabisan Stok Bahan Baku: Supplier mungkin tidak siap dengan lonjakan permintaan yang mendadak. Kehabisan bahan baku berarti kehilangan potensi penjualan dan mengecewakan pelanggan.
- Ekspektasi Tidak Terpenuhi: Video viral seringkali menampilkan produk dalam kondisi terbaik. Jika produk yang diterima konsumen tidak sesuai dengan visual di TikTok (misalnya, packaging berantakan, porsi lebih kecil, atau presentasi buruk), kekecewaan akan memicu review negatif.
- Tekanan pada Karyawan: Staf dapur dan layanan bisa kewalahan, yang berujung pada penurunan kinerja, kesalahan, dan bahkan ketidakpuasan internal.
Singkatnya, menjadi viral memang bisa mendatangkan cuan, tetapi cuan ini hanya akan berkelanjutan jika bisnis mampu menjaga kualitas, konsistensi, dan layanan di tengah tekanan. Jika tidak, viralitas justru bisa menjadi bumerang.
Peran CV Marodan Pangan Sentosa dalam Menghadapi Tren TikTok untuk Bisnis HoReCa di Surabaya
Dalam menghadapi fenomena makanan viral, peran supplier bahan baku menjadi sangat vital, terutama bagi bisnis kuliner di sektor HoReCa (Hotel, Restoran, dan Katering) di Surabaya. CV Marodan Pangan Sentosa, sebagai perusahaan supplier makanan terkemuka yang terikat dengan APKRINDO, dapat menjadi mitra strategis yang membantu brand kuliner untuk tidak hanya mengejar tren, tetapi juga mempertahankan kualitas dan integritasnya.
Bagaimana CV Marodan Pangan Sentosa berkontribusi?
- Ketersediaan Bahan Baku Stabil: Ketika sebuah hidangan viral, permintaan bahan bakunya akan melonjak. CV Marodan Pangan Sentosa, dengan jaringan distribusinya yang kuat di Surabaya, mampu menjaga ketersediaan bahan baku yang stabil, bahkan saat terjadi lonjakan permintaan mendadak. Ini krusial agar brand kuliner tidak kehabisan stok dan dapat terus berproduksi.
- Kualitas Konsisten: CV Marodan Pangan Sentosa berkomitmen pada penyediaan bahan pangan berkualitas tinggi. Dengan bahan baku yang konsisten mutunya, brand kuliner dapat memastikan bahwa meskipun volume produksi meningkat, rasa dan kualitas produk akhir tetap terjaga, mencegah backlash dari konsumen yang kecewa.
- Fleksibilitas dan Responsivitas: Pemasok yang baik memahami dinamika pasar. CV Marodan Pangan Sentosa mampu merespons dengan cepat kebutuhan kliennya, baik itu dalam hal penambahan volume pesanan atau pengadaan bahan baku spesifik untuk tren baru, berkat efisiensi logistik dan pemahaman mereka tentang pasar HoReCa.
- Dukungan Informasi: Sebagai anggota APKRINDO, CV Marodan Pangan Sentosa juga memiliki wawasan tentang tren dan tantangan di industri kuliner. Ini memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan klien tentang pasokan yang mungkin terdampak oleh tren viral, atau bahkan merekomendasikan bahan baku alternatif berkualitas jika terjadi kelangkaan.
Fenomena makanan viral di TikTok adalah sebuah peluang emas yang tidak boleh dilewatkan oleh bisnis kuliner. Ia menawarkan jalur cepat menuju brand awareness dan peningkatan penjualan yang signifikan. Namun, peluang ini datang dengan tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas, efisiensi operasional, dan kepuasan pelanggan.Apakah viral berarti cuan? Ya, selama bisnis siap untuk deliver dengan konsisten. Tanpa persiapan yang matang dalam kapasitas produksi dan dukungan rantai pasok yang andal dari supplier tepercaya seperti CV Marodan Pangan Sentosa, viralitas bisa berubah menjadi beban yang merusak reputasi. Oleh karena itu, bagi bisnis kuliner, investasi pada fondasi operasional yang kuat dan pemilihan mitra yang tepat adalah kunci untuk mengubah hype sesaat menjadi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.


No responses yet